[Internet Sehat ]Anak Anda tak bisa lepas dari
ponselnya? Saat berkumpul bersama keluarga pun ia tetap menunduk, asyik
memenceti keypad? Wah, itu gejala dia sudah mulai kecanduan ber-SMS atau
pesan teks lain seperti BlackBerry Messenger atau What’s Up.
Berkomunikasi melakului pesan teks sudah seperti jadi kebiasaan
menjamur di kalangan remaja saat ini. Jika sudah mulai berlebihan, dan
terasa menganggu, lebih baik mulai dicarikan solusi. Berikut ada
beberapa tips:
1. Sediakan family time
Ajak dia berkumpul dengan keluarga, dan libatkan dia. Saat berkumpul,
usahakan ajak dia mengobrol atau bicara untuk berbagi cerita tentang
kehidupan sosialnya. Intinya alihkan perhatiannya dari ponsel. Jika
perlu bikin aturan untuk tidak ada yang memegang ponsel saat berkumpul
dengan keluarga.
2. Batasi pulsa
Bagi remaja yang suka sekali berkirim SMS dan menelepon, sudah pasti
membuat tagihan pulsa membengkak. Mulailah membuat pembatasan jumlah
pulsa, dan mencari alternatif aplikasi gratis.
3. Layanan unlimited
Jika memang seluruh anggota keluarga memang senang berkirim pesan
teks, coba layanan jenis unlimited untuk menghemat tagihan pulsa. Dengan
begini antara ayah, ibu, dan anak, bisa terus berkomunikasi melalui SMS
tanpa takut tagihan membengkak. Kebiasaan anak berkirim SMS bisa
dijadikan sarana untuk orang tua ikut berinteraksi dengan anaknya.
4. Pastikan tetap aman
Pastikan Anda tahu dengan siapa saja anak Anda berkirim SMS atau
pesan teks. Tagihan telepon pasca bayar biasanya melaporkan ke nomor
mana saja anak Anda ber-SMS atau bertelepon. Jika itu aplikasi seperti
BlackBerry Messenger atau What’s Up, maka komunikasi dengan anak dapat
membuatnya terbuka pada Anda, dengan siapa saja dia asyik chatting di
ponsel. Perhatikan apakah anak Anda mulai berkirim pesan teks di
waktu-waktu yang tidak wajar, seperti misalnya sampai larut malam. Jika
ya, sudah saatnya untuk bersikap tegas. [Internet Sehat ]
Sumber artikel: mashable.com / Sumber gambar:life123.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar