Webcam bukan sesuatu yang luar biasa lagi kini. Setiap laptop sudah
dilengkapi webcam, sehingga kita bisa dengan mudah melakukan komunikasi
video seperti Skype atau Yahoo Messenger. Anak-anak pun bisa dengan
mudah mengoperasikannya, sebab tinggal beberapa klik saja, ia sudah bisa
ber-webcam-ria dengan teman-temannya.
Selain chatting dengan webcam, anak-anak juga suka memakainya untuk
merekam video dan diunggah ke YouTube. Bisa video mereka sedang menari,
menyanyi, baca puisi, atau sekadar berpose. Problemnya, ada banyak
sekali predator cyber di luar sana yang dapat ”memangsa” anak-anak ini
dengan mudah. Mereka dapat memanipulasi kepolosan anak-anak, sehingga si
anak menurut saja apa kata mereka. Dan anak sendiri tidak sadar bahwa
dirinya tengah dimanfaatkan melalui webcam.
Manipulasi bisa dimulai dengan permintaan seseorang agar anak kita
berpose sesuai keinginan mereka, bahkan sampai yang meminta anak-anak
membuka baju. Predator bisa saja mengaku berasal dari seorang pencari
bakat, sehingga si anak menuruti saja apa permintaan mereka.
Bagaimana agar anak-anak kita bisa ber-webcam-ria dengan aman dan menghindari manipulasi predator tadi?
Berikut ada tipsnya:
- Letakkan komputer dan webcam di area terbuka di rumah, sehingga kita bisa bebas memonitor apa yang mereka lakukam
- Diskusikan pada anak-anak tentang konten apa saja yang boleh diunggah atau tidak.
- Bahas mengenai apa saja yang bisa dilakukan dengan webcam, dan apa yang tidak.
- Mulai berdialog tentang kemungkinan risiko akibat membagi informasi pribadi atau memamerkan perilaku yang tidak baik di webcam.
- Siapkan rencana apabila ada pihak yang melakukan hal tidak sepantasnya pada anak kita.
- Minta agar anak-anak mengadukan pada kita jika ia merasa tidak nyaman dengan seseorang yang mereka jumpai di internet.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar