Senin, 31 Desember 2012
Selasa, 20 November 2012
6 Tips Lindungi Anak Saat ber-Webcam
Webcam bukan sesuatu yang luar biasa lagi kini. Setiap laptop sudah
dilengkapi webcam, sehingga kita bisa dengan mudah melakukan komunikasi
video seperti Skype atau Yahoo Messenger. Anak-anak pun bisa dengan
mudah mengoperasikannya, sebab tinggal beberapa klik saja, ia sudah bisa
ber-webcam-ria dengan teman-temannya.
Selain chatting dengan webcam, anak-anak juga suka memakainya untuk
merekam video dan diunggah ke YouTube. Bisa video mereka sedang menari,
menyanyi, baca puisi, atau sekadar berpose. Problemnya, ada banyak
sekali predator cyber di luar sana yang dapat ”memangsa” anak-anak ini
dengan mudah. Mereka dapat memanipulasi kepolosan anak-anak, sehingga si
anak menurut saja apa kata mereka. Dan anak sendiri tidak sadar bahwa
dirinya tengah dimanfaatkan melalui webcam.
Manipulasi bisa dimulai dengan permintaan seseorang agar anak kita
berpose sesuai keinginan mereka, bahkan sampai yang meminta anak-anak
membuka baju. Predator bisa saja mengaku berasal dari seorang pencari
bakat, sehingga si anak menuruti saja apa permintaan mereka.
Bagaimana agar anak-anak kita bisa ber-webcam-ria dengan aman dan menghindari manipulasi predator tadi?
Berikut ada tipsnya:
- Letakkan komputer dan webcam di area terbuka di rumah, sehingga kita bisa bebas memonitor apa yang mereka lakukam
- Diskusikan pada anak-anak tentang konten apa saja yang boleh diunggah atau tidak.
- Bahas mengenai apa saja yang bisa dilakukan dengan webcam, dan apa yang tidak.
- Mulai berdialog tentang kemungkinan risiko akibat membagi informasi pribadi atau memamerkan perilaku yang tidak baik di webcam.
- Siapkan rencana apabila ada pihak yang melakukan hal tidak sepantasnya pada anak kita.
- Minta agar anak-anak mengadukan pada kita jika ia merasa tidak nyaman dengan seseorang yang mereka jumpai di internet.
Kamis, 15 November 2012
Awas Penipuan didunia maya
TEMPO.CO , Jakarta:
Sebuah penelitian baru menunjukkan bagaimana penipu dapat menggunakan
informasi online di jejaring sosial untuk mendapatkan profil rinci dari
calon korban. Peneliti yang dilakukan atas nama perusahaan keamanan
pribadi, ALLOW, yang mewawancarai salah satu mantan pelaku untuk
mengetahui teknik tersebut yang memungkinkan mereka mencuri identitas
orang lain.
Mantan pelaku penipuan tersebut mengungkapkan
bahwa beberapa pengguna tak jarang cukup cerdik untuk menahan informasi
yang cukup pada satu situs untuk menggagalkan aksi penipu. Namun, kerap
juga penjahat tak kehilangan akal dapat mengumpulkan cukup data dari
berbagai sumber untuk mengajukan permohonan kredit atau melakukan
pembelian online atas nama korban.Situs yang mereka gunakan untuk mengumpulkan calon korban, khususnya di wilayah Inggris, paling banyak mereka menggunakan laman 192.com. Data ini sangat berguna untuk memberikan informasi dimana calon korban tinggal, berapa lama, usia, siapa saja relasinya.
Penipu kemudian menyempurnakan identitas ini dengan menggunakan akun Facebook maupun Linkedln untuk rincian lokasi, aktivitas, teman-teman dan foto, hingga pekerjaan. Situs 192.com, menurut pengakuan mereka adalah sumber informasi yang sangat baik. "Linkedln sangat baik untuk mendapatkan semua yang Anda mau dari orang-orang yang Anda tidak tahu," ujar mantan penipu itu dalam sebuah wawancara.
Menurut dia, foto sangat penting. Pasalnya, ini dapat memberikan petunjuk tentang password atau pertanyaan tentang keamanan akun. Mantan penipu itu mengungkapkan bagaimana dia akan membuat profil palsu dalam laman Facebook dengan menggunakan foto wanita menarik. Biasanya untuk menghubungi orang-orang yang dalam upaya ingin menjalin hubungan pribadi. "Orang ini meng-email saya dan memberikan semua informasi kepada profil palsu yang saya buat. Dia pikir, dia punya kesempatan, tetapi tidak benar-benar tahu siapa aku," kata mantan penipu itu.
Atau bisa juga membajak Facebook. Misalnya membuat akun baru dengan nama mirip dan menyalin gambar serta informasi untuk akun baru itu. Lalu, menambahkan teman-teman mereka dan melakukan percakapan dengan mereka di laman itu. "Anda dapat mengekstrak informasi. Ini merupakan jalan untuk mengeksploitasi dan mendapatkan informasi," katanya.
Mereka biasanya mengorek informasi keamanan ini untuk penggunaan kartu kredit atau perihal pinjaman atas nama korban. Bahkan bisa pula pelaku menyusun rincian menjadi identitas lengkap dan kemudian menjualnya kepada orang lain untuk melakukan penipuan. "Saya pikir hal yang mereka khawatirkan adalah jika pengetahuannya untuk menipu ternyata telah diketahui oleh umum," katanya.
Justin Basini, pendiri dan CEO perusahaan keamanan ALLOW, mengatakan bahwa penerapan akal sehat dapat membantu pengguna media sosial untuk melindungi diri dari ulah para penipu yang mencuri identitas mereka.
"Satu dari empat orang tidak memeriksa pengaturan privasi di Facebook, satu dari lima orang menerima permintaan teman dari orang asing, dan kebanyakan orang menggunakan password yang sama untuk semua jenis layanan," katanya.
DAILYMAIL | ISMI WAHID
Tentang Rasaku Padamu Kini
Aku ingin
Memulainya dari awal
Menjadikannya dari ada,
Menjadi tiada
Masih ada senyum itu meninggalkan luka menganga yang begitu dalam
Memadamkan lentera merah saga di hatiku
Aku membecimu
Sungguh, sungguh kata itu tak mampu mengungkapkan bagaimana perasaanku padami, kini
Begitu indahnya caramu meninggalkanku
Sementara aku masih saja tetap terpaku
Pada momen yang sama
Aku tak bisa mempercayainya,kau tahu itu?
Aku hanya ingin
Lazuardi biru esok menyapaku
Menggantikan berkas sinarmu yang memudar
Dan hilang ditelan oleh pahitnya hari.
Memulainya dari awal
Menjadikannya dari ada,
Menjadi tiada
Masih ada senyum itu meninggalkan luka menganga yang begitu dalam
Memadamkan lentera merah saga di hatiku
Aku membecimu
Sungguh, sungguh kata itu tak mampu mengungkapkan bagaimana perasaanku padami, kini
Begitu indahnya caramu meninggalkanku
Sementara aku masih saja tetap terpaku
Pada momen yang sama
Aku tak bisa mempercayainya,kau tahu itu?
Aku hanya ingin
Lazuardi biru esok menyapaku
Menggantikan berkas sinarmu yang memudar
Dan hilang ditelan oleh pahitnya hari.
Janji Selamanya
kukatakan perlahan padamu
ungkapan ribuan sajak jadi satu
bahwa kaulah bidadariku
dengarlah...
aku mencintaimu
berdua menjadi satu
dan ku bisikkan janji selamanya padamu
aku tak butuh alasan
ku hanya inginkanmu
sungguh
hingga akhir tetaplah denganku
dengarlah...
hanyalah dirimu
wanita yang kucinta dari hati
wanita yang kusayang hingga ku mati
dan dengarlah...
dalam lubuk terdalam cintaku
ku berjanji "SELAMANYA" hanya untukmu.
Kunamakan Cinta
Kau datang, terasa bergetar
Kau datang, hariku bersemi
Terasa bergelora didalam dada
Saat kau datang semuanya merah menyala.
Saat itu kau kunamakan cinta.
Merah itu kemudian secerah dulu
Tidak menyala seperti pertama
Terlihat memudar, meluntur, terkucur merahnya
Saat itu tetap kunamakan cinta.
Terlanjur aku jatuh cinta
Namun warna yang kulihat kelabu.
Kau kini jauh, jauh dari bayanganku
Dirimu, bayanganmu, dan warnamu
Jauh. Jauh dariku. Namun aku menunggumu
Saat itu aku berharap ini namanya cinta
Langganan:
Komentar (Atom)

